Untuk diriku yang mencintai Tuhannya, Maafkan aku jika aku masih sering lalai atas panggilan-Nya. Aku tahu niatku kuat, tapi langkahku kadang goyah. Aku masih belajar, dan aku tahu Tuhanku Maha Menerima siapa pun yang ingin kembali. Aku berjanji akan terus mencoba, meski jatuh, aku akan bangkit lagi. Untuk diriku yang mencintai orang tuanya, Maafkan mereka atas luka yang mereka tinggalkan—bukan karena mereka pantas, tapi karena aku layak bebas dari kepahitan. Mereka tidak sempurna, dan aku pun bukan. Tapi aku bisa memilih untuk tidak membawa luka itu ke masa depan. Aku memilih melepaskan, agar aku bisa mencintai tanpa beban. Untuk diriku yang terjebak di masa lalu, Berhentilah menyiksa dirimu dengan kemungkinan yang belum tentu terjadi. Masa depan akan datang, dan aku akan menyambutnya dengan rencana, bukan ketakutan. Aku tidak harus tahu segalanya sekarang. Aku hanya perlu melangkah satu demi satu, bertanya saat butuh, dan percaya bahwa diriku cukup. Untuk diriku di masa depan, Relaka...